Journal Islamic Pedagogia https://islamicpedagogia.faiunwir.ac.id/index.php/pdg <p><strong>Journal Islamic Pedagogia (JIP)</strong> is an journal published by Department of Islamic Education the Faculty of Islamic Studies University Wiralodra Indramayu, posted twice a year on March and September. The journal focuses its scope on the issues of <strong>Islamic Education in Indonesia</strong>. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education in Indonesia to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Islamic Education in Indonesia.</p> <p>Contact : Didik Himmawan, WhatsApp +628179629752</p> Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra en-US Journal Islamic Pedagogia 2776-1037 <p>Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra</p> Konsep Pluralisme Abdurrahman Wahid Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam https://islamicpedagogia.faiunwir.ac.id/index.php/pdg/article/view/115 <p>Penelitian ini berjudul konsep pluralisme Abdurrahman Wahid dan implikasinya terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pluralisme Abdurrahman Wahid dan untuk mengetahui implikasi dari pluralisme terhadap pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan yaitu library research atau penelitian perpustakaan, dimana untuk mencari data-data yang diperlukan dengan cara mencari dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, skripsi terdahulu atau pustaka-pustaka lainnya. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konsep pluralisme yang ditekankan Abdurrahman Wahid adalah pluralisme dalam bertindak dan berpikir. Pluralisme dalam bertindak mensyaratkan seseorang untuk tidak membatasi pergaulan dengan orang lain (eksklusif) meskipun berbeda keyakinan. Pluralisme dalam berpikir adalah kesediaan untuk menerima atau mengambil gagasan atau pemikiran dari kalangan lain. Implikasi dari adanya pluralisme terhadap pendidikan Islam yaitu pertama, pendidikan Islam yang Humanis dan egalitarian, kedua, menghargai perbedaan, ketiga, menghargai nilai-nilai demokrasidan hak asasi manusia.</p> Ahmad Kurnia Zaenudin Zaenudin Didik Himmawan Copyright (c) 2024 Journal Islamic Pedagogia 2024-03-15 2024-03-15 4 1 1 11 10.31943/pedagogia.v4i1.115 Konsep Pendidikan Akhlak Dalam Menuntut Ilmu Menurut Syaikh Muhammad Syakir https://islamicpedagogia.faiunwir.ac.id/index.php/pdg/article/view/107 <p>Pendidikan akhlak merupakan suatu sendi keutamaan tingkah laku dan naluri yang berguna untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik. Melihat fenomena generasi muda sekarang, tidak sedikit dari mereka yang belum mengetahui tentang bagaimana cara menuntut ilmu yang baik agar ilmu yang kita peroleh dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Sehingga diperlukan adanya konsep pendidikan akhlak dalam menuntut ilmu. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui pendidikan akhlak dalam Islam dan untuk mengetahui konsep pendidikan akhlak dalam menuntut ilmu menurut Syaikh Muhammad Syakir. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (Library research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan melakukan mengumpulkan data dari berbagai literatur dalam perpustakaan dan lainnya. Kesimpulannya adalah bahwa konsep pendidikan akhlak dalam menuntut ilmu menurut Syaikh Muhammad Syakir yaitu: Niat belajar, Membuat catatan, Menghormati guru, Memuliakan ilmu, Mengatur waktu belajar, Muroja’ah (mengulang kembali materi), Sopan santun, Menghargai teman, Memperhatikan guru, Bersikap tawadhu’ (rendah hati), dan Perbanyak doa kepada Allah SWT.</p> Carsinih Carsinih Kurnaengsih Kurnaengsih Abdul Aziz Romdhoni Copyright (c) 2024 Journal Islamic Pedagogia 2024-03-15 2024-03-15 4 1 12 19 10.31943/pedagogia.v4i1.107 Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Novel Ayana Journey To Islam Karya Ayana Moon https://islamicpedagogia.faiunwir.ac.id/index.php/pdg/article/view/116 <p>Penelitian ini berjudul nilai-nilai Pendidikan agama islam dalam novel ayana nourney to islam karya ayana moon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isi novel ayana journey to islam dan nilai-nilai Pendidikan agama islam yang terdapat dalam novel ayana journey to islam. Metode penelitian yang digunakan yaitu library research atau penelitian kepustakaan, dimana untuk mencari data-data yang diperlukan dengan cara mencari dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, skripsi terdahulu atau Pustaka-pustaka lainnya. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa isi novel ayana journey to islam adalah novel yang menceritakan tentang kisah perjalanan hijrah seorang mualaf korea yang memutuskan untuk memilih islam sebagai jalan hidupnya. Nilai Pendidikan agama islam yang terdapat dalam novel ayana journey to islam adalah ada 4 nilai yaitu: nilai Pendidikan tauhid (keimanan), nilai Pendidikan ibadah, nilai Pendidikan akhlak dan nilai Pendidikan sosial.</p> Mahra Alfina Ibnu Rusydi Wahidin Wahidin Copyright (c) 2024 Journal Islamic Pedagogia 2024-03-30 2024-03-30 4 1 20 30 10.31943/pedagogia.v4i1.116 Pengembangan Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Web (Google Sites) Di SMPN 1 Sindang Kelas VIII Semester Genap Tahun Akademik 2022/2023 https://islamicpedagogia.faiunwir.ac.id/index.php/pdg/article/view/114 <p>Kemajauan zaman yang diikuti dengan perkembangan teknologi telah membuka segala aspek kehidupan manusia termasuk di dalam bidang pendidikan. Guru Pendidikan Agama Islam harus mampu menguasai teknologi dan mengembangkannya. Problematika yang dihadapi oleh guru Pendidikan Agama Islam adalah penggunaan media pembelajaran yang membosankan dan belum terampilnya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan media. Berdasarkan permasalahan diatas, peneliti berusaha mengembangkan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis Website dengan menggunakan Google Sites. Sehingga rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini yakni pertama, bagaimana tahapan pengembangan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis WEB (Google Sites) di SMPN 1 Sindang kelas VIII semester genap tahun akademik 2022/2023? Kedua, bagaimana respon/tanggapan siswa dalam pengembangan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis WEB (Google Sites) di SMPN 1 Sindang kelas VIII semester genap tahun akademik 2022/2023?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan dan respon/tanggapan siswa terkait pengembangan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis WEB (Google Sites). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Adapun jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) atau R&amp;D dengan pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan angket uji kelayakan dan respon siswa. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tahapan pengembangan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis WEB (Google Sites) menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan hasil uji media dan materi dari tim penguji dinyatakan “Layak” dan hasil angket respon peserta didik yang menyatakan “Sangat Baik”.</p> Sella Selviana Ibnudin Ibnudin Ruswa Ruswa Copyright (c) 2024 Journal Islamic Pedagogia 2024-03-30 2024-03-30 4 1 31 39 10.31943/pedagogia.v4i1.114 Peran Guru Mata Pelajaran Aqidah Akhlaq Dalam Membentuk Akhlaqul Karimah Pada Siswa Di MTs N 12 Indramayu https://islamicpedagogia.faiunwir.ac.id/index.php/pdg/article/view/110 <p>Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran guru akidah Akhlak dalam membentuk akhlakul karimah pada siswa di MTs N 12 Indramayu dan usaha- usaha guru akidah akhlak dalam membentuk karakter Berakhlakul karimah pada siswa di MTs N 12 Indramayu. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan suatu strategi inquiry yang menekankan pencarian makna pengertian, konsep, karakteristik, gejala, simbol, maupun deskripsi tentang suatu fenomena, fokus dan multimode, bersifat alami dan holistik, mengutamakan kualitas, menggunakan beberapa cara, serta disajikan secara negatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk keabsahan data menggunakan teknik Trianggulasi yaitu membandingkan dengan semua data berbeda yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran guru akidah akhlak dalam membentuk karakter Akhlakul karimah pada siswa di MTs N 12 Indramayu, terutama nilai kedisiplinan dan tanggung jawab telah mengalami peningkatan walau masih ada beberapa siswa yang masih belum berubah. Usaha-usaha guru akidah akhlak dalam membentuk karakter berakhlakul karimah pada siswa sudah maksimal walau ada beberapa siswa yang masih perlu diarahkan lagi. Peran guru akidah akhlak sangat penting dalam membentuk jiwa yang berakhlakul karimah pada siswa.</p> Muhammad Chaidir Ahmad Dasuki Aly Kurnaengsih Kurnaengsih Copyright (c) 2024 Journal Islamic Pedagogia 2024-03-30 2024-03-30 4 1 40 51 10.31943/pedagogia.v4i1.110 Konsep Pendidikan Islam Dalam Keluarga (Studi Pemikiran Hasan Langgulung) https://islamicpedagogia.faiunwir.ac.id/index.php/pdg/article/view/102 <p>Pendidikan anak seharusnya dimulai dari lingkungan keluarga sebagai lingkungan yang pertama kali dikenal oleh anak. Masih banyaknya keluarga yang kurang memperhatikan masalah pendidikan agama bagi anak-anaknya disebabkan keterbatasan ilmu dan pengetahuan agama Islam orang tuanya. Hal ini menimbulkan kenakalan-kenakalan yang dilakukan anak-anak akibat kurangnya pendidikan agama yang mereka terima dari lingkungan keluarga. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu mengumpulkan bahan-bahan penelitian dengan membaca dan memahami buku-buku perpustakaan. Pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi dengan menelaah sumber data baik primer maupun sekunder. Data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisis dengan metode deskripsi kualitatif yaitu memaparkan. Pendidikan Islam dalam keluarga merupakan hasil pemikiran yang Rasional yang didasarkan pada masalah-masalah yang tidak diinginkan. Keluarga adalah : 1. Islam memandang pendidikan dalam Keluarga merupakan sebuah lembaga pendidikan yang pertama dan utama, yang menjadi fundamen atau dasar bagi pendidikan anak selanjutnya. 2. Mengenai dasar pendidikan keluarga adalah merujuk pada Al-Qur’an dan hadits, kebenaran keduanya, bukan berdasar keyakinan saja, tetapi juga rasional dan dapat dibuktikan. 3. Tujuan mendidik anak adalah agar mampu berkembang secara maksimal, yang meliputi seluruh aspek perkembangannya, dan tujuan pendidikan keluarga pada dasarnya hanya untuk menyelamatkan fitrah manusia. 4. Dalam pendidikan keluarga Islam menerapkan metode yang sesuai dengan materi, kondisi, dan keadaan anak didik dalam keluarga. 5. Mengenai materi pendidikan, keluarga Islam pendidikan agama merupakan kunci keberhasilan pendidikan dalam keluarga. Dari hasil pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa pemikiran Hasan Langgulung mengenai Pendidikan Islam dalam keluarga adalah mengajarkan nilai-nilai ajaran Islam dari satu generasi ke generasi yang lain. Hal ini diharapkan umat Islam menjadi umat yang kokoh dan sebagai pembawa amanah khalifah di dunia yang bertanggung jawab. Penyampaian nilai-nilai ajaran agama dilakukan dengan cara-cara yang berpihak pada anak. Keteladanan orang tua menjadi prioritas utama dalam mendidik anak di dalam keluarga.</p> Hafaf Fadilah Ahmad Dasuki Aly Ruswa Ruswa Copyright (c) 2024 Journal Islamic Pedagogia 2024-03-30 2024-03-30 4 1 52 73 10.31943/pedagogia.v4i1.102 Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak (Tela’ah Tafsir Al-Mishbah Karya Muhammad Quraish Shihab Dalam Surat Al-Insyirah Ayat 1-8) https://islamicpedagogia.faiunwir.ac.id/index.php/pdg/article/view/104 <p>Jurnal ini mengulas tentang nilai-nilai pendidikan akhlak dalam surat al- Insyirah ayat 1-8. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan tafsir dalam surat al-Insyirah ayat 1-8. Dan untuk mengetahui nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam surat al-Insyirah dalam tafsir al-mishbah karya Muhammad Quraish Shihab. Adapun jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research), dengan sumber primer tafsir al-Misbah, dengan teknik analisis deskritif kualitatif, dengan cara mengumpulkan data atau bahan-bahan yang berkaitan dengan pembahasan dan permasalahanya, yang diambil dari sumber-sumber kepustakaan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah nilai-nilai akhlak yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terutama sekolah yang terdapat dalam hasil penelitian menunjukan bahwa nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam surat al-Insyirah ayat 1-8 meliputi: Sifat ikhlas, sabar, dan kerja keras.</p> Alya Nur Rahma Rusydi Rusydi Suhendrik Suhendrik Copyright (c) 2024 Journal Islamic Pedagogia 2024-03-30 2024-03-30 4 1 74 81 10.31943/pedagogia.v4i1.104 Konsep Adab Menuntut Ilmu Perspektif Muhammad Syakir Dalam Kitab Washoya Dan Relevansinya Dengan Etika Pendidikan Modern https://islamicpedagogia.faiunwir.ac.id/index.php/pdg/article/view/113 <p>Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan, yaitu penelitian yang dilakukan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada kajian kritis dan mendalam terhadap bahan pustaka yang relevan. Tinjauan pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber yang kemudian disajikan dengan cara baru atau untuk tujuan baru.baru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Washoya al-abâ li al abnâ merupakan kitab klasik yang masih digunakan di beberapa pesantren sebagai media pendidikan akhlak. Buku Washoya berisi petuah-petuah kehidupan sehari-hari yang diperuntukkan bagi para pelajar. Setiap Nasihat yang disampaikan oleh Muhammad Syakir memiliki teks yang dijadikan acuan dalam penulisan buku ini. Dengan demikian, teks-teks yang berkaitan dengan teks nasehat bersumber dari Alquran, hadits, atau teks-teks dari kitab-kitab akhlak lainnya. Kemudian dalam Kitab Washoya membahas tentang adab antar manusia seperti adab terhadap orang tua, adab terhadap guru dan adab terhadap teman. Kemudian kitab Washoya juga membahas adab kepada santri seperti adab menuntut ilmu, adab muthola'ah, adab ibadah dan adab majelis. Selain itu, panel ini menunjukkan adanya relevansi antara konsep adab menurut Muhammad Syakir dengan etika pendidikan modern. Secara umum, analisis etika manusia penting dalam konteks pendidikan modern. Pendidikan modern menekankan perkembangan akademik, sosial, dan emosional siswa, yang semuanya terkait dengan interaksi dan hubungan satu sama lain. Dua analisis yang peneliti temukan adalah Analisis Etika Sesama Manusia dalam Buku Washoya dengan Etika Pendidikan Modern dan Analisis Etika Sesama Siswa dalam Buku Washoya dengan Etika Pendidikan Modern.</p> Didik Himmawan Khuzaimah Khuzaimah Evi Aeni Rufaedah Copyright (c) 2024 Journal Islamic Pedagogia 2024-03-30 2024-03-30 4 1 82 91 10.31943/pedagogia.v4i1.113 Pengaruh Pembelajaran Mahfuzhat Terhadap Akhlak Santri (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Miftahul ‘Ulum Terisi Indramayu) https://islamicpedagogia.faiunwir.ac.id/index.php/pdg/article/view/106 <p>Pembelajaran tidak hanya mengandalkan rasio belaka tanpa menggunakan pendekatan kepada Allah SWT, yakni pendekatan akhlak, etika dan moral yang baik. Karena esensi pendidikan adalah memanusiakan manusia maka dalam membentuk karakter santri maupun peserta didik lainnya harus membangun karakter bukan hanya membentuk dari segi keilmuan yang didapatnya saja tetapi santri maupun peserta didik lain harus dapat mengaplikasikan ilmu tersebut agar hasil belajar mencapai tujuan yang diinginkan. Berdasarkan realitas diatas, peneliti berusaha untuk bisa menetahui Pengaruh Pembelajaran Mahfuzhat Terhadap Akhlak Santri. Sehingga dalam kaitanya dengan peneliti ini, peneliti dapat merumuskan masalah yang akan dikaji dalam penyusunan skripsi ini. Pertama Bagaimana pelaksanaan pembelajaraan Mahfuzhat di Pondok Pesantren Miftahul ‘Ulum?. Bagaimana Pengaruh Pembelajaran Mahfudzhat Terhadap Akhlak Santri? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman pelaksanaan pembelajaran Mahfuzhat di Pondok Pesantren Miftahul ‘Ulum dan akhlak santri, selain itu penelitan ini juga bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran pembelajaran Mahfuzhat dalam membentuk akhlak santri di Pondok Pesantren Miftahul ‘Ulum Terisi. Sehingga dapat diperoleh persentase sejauh mana pembelajaran Mahfuzhat ini berpengaruh terhadap akhlak santri dalam kehdupan sehari-hari. Adapun jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif sedangkan metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode korelasional, sehingga akan diperoleh hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Subjek dalam peneltan ini adalah santri kelas 1 SMP yaitu sebanyak 40 orang. Alasan penulis mengambil sampel di kelas tersebut karena materi pembelajaran dikelas tersebut lebih mudah untuk dipahami. Dalam penelitian ini penulis menganalisis data menggunakan Melalui nilai rtabel Product Moment dengan nilai N=40 dapat diinterpretasikan pada taraf signifikasi 5% sebesar 0.312. Jadi 0.507 &gt; 0.312 dengan membandingkan besarnya rxy dengan rtabel maka dapat diinterpretasikan bahwa rxy &gt; rtabel sehingga Ha diterima dan Ho ditolak, berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kegiatan pembelajaran Mahfuzhat dengan akhlak santri. Dari perhitungan koefesien determinasi di atas, diketaui nilai koefesien determinasi sebesar 25%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X (pembelajaran Mahfuzhat) mempengaruhi atau memberi kontribusi terhadap variabel Y (akhlak santri) sebesar 25%. Adapun sisanya adalah faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi akhlak santri dan hal itu tidak diteliti oleh penulis.</p> Uni Khoerotun Rizkiyah Kurnaengsih Kurnaengsih Ali Miftakhu Rosyad Copyright (c) 2024 Journal Islamic Pedagogia 2024-03-31 2024-03-31 4 1 92 122 10.31943/pedagogia.v4i1.106 Strategi Pembinaan Kedisiplinan Siswa Dalam Melaksanakan Shalat Dzuhur Berjamaah Di SMPN 2 Bongas https://islamicpedagogia.faiunwir.ac.id/index.php/pdg/article/view/112 <p>Shalat berjamaah adalah salah satu diantara sebab yang menjadikan seseorang melakukan shalat pada awal waktunya atau minimal tepat pada waktunya. Dan ini adalah termasuk amalan yang paling utama di sisi Allah Azza wa Jalla. Shalat berjamaah juga menjadi salah satu penyebab bagi kesempurnaan dan kelengkapan shalat. SMPN 2 Bongas merupakan sekolah yang bukan berbasis Islam namun memiliki program pembinaan keagamaan seperti program pembinaan kedisiplinan dalam shalat dzuhur berjamaah. Dengan adanya kegiatan shalat dzuhur berjama’ah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan siswa dalam melaksanakan shalat berjama’ah ketika di luar sekolah. Seringkali siswa meninggalkan shalat karena tidak terbiasa dari kecil atau kurangnya pengajaran dari orang tua, seperti kurang perhatian, nasihat, bimbingan dan pembiasaan shalat, baik itu manfaat, pahala dan dosa yang akan diterimanya. Sehingga ketika siswa merasa malas akan dengan mudah meninggalkan shalat. Di zaman yang semakin canggih ini maka nilai-nilai keagamaan dari anak-anak itu sendiri semakin merosot dan terlena untuk tidak mengikuti kegiatan shalat berjamaah yang dilaksanakan di SMPN 2 Bongas setiap dzuhurnya.</p> Darojatul Maula Kambali Kambali Nurlaleliyah Nurlaleliyah Copyright (c) 2024 Journal Islamic Pedagogia 2024-03-31 2024-03-31 4 1 123 130 10.31943/pedagogia.v4i1.112